Cari Blog Ini

Selasa, 25 Februari 2014

Laporan Pendahluan Pemotong kuku, Bad Making dan Mencuci rambut pasien



Memotong Kuku Pasien

1.      Definisi
Memotong kuku adalah mengurangi panjang kku tangan dan kaki dengan menggunakan alat pemotong kuku agar kotoran tidak masuk ke dalam tubuh melalui kuku sehingga kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Menjaga kebersihan kuku merupakan aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam tubuh melai kuku. Yang bermanfaat mencegah infeksi, rasa nyaman pada pasien, bau kaki dan cidera pada jaringan lunak.

2.      Tujuan
a.       Membersihkan kuku dari kotoran.
b.      Mencegah timbulnya penyakit.
c.       Memberikan rasa nyaman pada jari-jari kai maupun tangan.

3.      Indikasi
Pada pasien yang kukunya panjang tidak dapat melakukannya sendiri.

4.      Kontra Indikasi
a.       Memotong kuku pasien tidak terlalu dalam.
b.      Pada pasien diabetes memotong kuku harus hati-hati karena bisa berakibat fatal.

5.      Persiapan Alat
a.       Gunting kuku dan pengikir.
b.      Bengkok berisi larutan lisol 2-3% 1 buah.
c.       Baskom berisi air hangat(40-42ºC) 1 buah.
d.      Baskom berisi air bersih 1 buah.
e.       Handuk 1 buah.
f.       Sabun 1 buah.
g.      Aseton dan kapas 1 buah.
h.      Lesion atau minyak 1 buah.
i.        Sikat kuku 1 buah.
j.        Pengalas perlak atau kain 1 buah.
k.      Kain pel 1 buah.






6.      Langkah-langkah
a.       Identifikasi kebutuhan pasien.
b.      Jelaskan prosedr dan tindakan yang akan dilakukan.
c.       Siapkan alat-alat sesuai kebutuhan pasien.
d.      Cuci tangan.
e.       Pasang sampiran/penutup pintu.
f.       Atur posisi pasien.
g.      Pasang pengalas di bawah tangan tepat pada bagian kuku yang akan dibersihkan. Bersihkan cat kuku dengan aseton(bila pasien menggunakan cat kuku), kemudian letakkan baskom berisi air hangat.
h.      Rendam kuku tangan dengan air hangat selama 1-2 menit.
i.        Sikat kuku dengan sikat khusus kuku dan sabun, lalu bersihkan dan keringkan.
j.        Dekatkan bengkok berisi larutan lisol 2-3% ke pasien. Kemudian tangan diletakkan di atasnya. Potong kuku tangan dengan lurus dan tidak boleh sampai batas dasar kuku, kemudian kikir pinggiran-pinggiran kuku.
k.      Cuci kuku dan tangan dengan air bersih dan keringkan(jika perlu diberikan lution pada jari-jari).
l.        Angkat pengalas dan pindahkan ke tangan lainnya. Lakukan langkah-langkah g samapi k.
m.    Atur kembali posisi pasien.
n.      Rapikan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya.
o.      Cuci tangan

7.      Evaluasi
Observasi keadaan pasien.

8.      Dokumentasi
Catat tindakan yang dilakkan dan hasilnya.














Tindakan Bed Making

1.      Definisi
Menyiapkan tempat tidur merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan diri dan lingkungan dengan memberikan tempat tiduryang sesuai dengan kebutuhan klien. Pemenuhan kebersihan diri merupakan bagian dari “kebutuhan daras manusia”. Ini berarti setiap manusia membutuhkan kenyamanan pada diri dan lingkungan. Merapikan tempat tidur merupakan tanggung jawab perawat yang bertujuan menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat tidur.

2.      Tujuan
1.      Pemenuhan kebutuhan ini untuk memberikan kenyamanan pada pasien dalam memenuhi kebutuhan dirinya.
2.      Menciptakan lingkungan yang rapi bagi pasien.
3.      Menghemat energi klien dan menjaga status kesehatan klien saat ini.
4.      Menyediakan tempat tidur yang bersih, kering dan bebas kotoran sehingga meminimalkan iritasi pada kulit klien.

3.      Indikasi
1.      Dilakukan untuk pasien tidak sadar.
2.      Pasien yang mempunyai penyakit sesak napas.
3.      Pada semua pasien yang dirawat.
4.      Bila diperlukan sewaktu-waktu.
5.      Pasien lemah/intoleransi aktivitas.
6.      Dilakukan sepanjang hari, biasanya dilakukan setelah klien mandi, selama klien mandi atau showering, atau ketika klien keluar ruangan untuk tes.

4.      Kontra Indikasi
Tidak dilakukan apabila pasien tidak menginginkan untuk dirapikan tempat tidurnya karena kadang ada pasien yang beranggapan bahwa apabila dia banyak bergerak tubuhnya akan merasa bertambah sakit.

5.      Persiapan alat
a.       Tempat tidur, kasur dan bantal.
b.      Linen,/ seprai besar(rata atau berkaret).
c.       Linen/seprai kecil.
d.      Sarung bantal untuk bantal kepala(tambahan)
e.       Perlak atau bantalan anti air(pilihan).
f.       Selimut.
g.      Selimut mandi.
h.      Sarung tangan.
i.        Kantong plastik atau keranjang linen jika tersedia.

6.      Persiapan pasien
a.       Bina hubungan saling percaya.
b.      Dukung privasi klien.
c.       Bila memungkin kan, ajak klien bekerja sama dalam prosedur ini.
d.      Apabila klien berada di tempat tidur dalam keadaan duduk tegak jelaskan pada klien bahwa, perawat hendak merapika tempat tidur. Dan tanyakan pada klien apakah merasa mampu duduk di kursi atau tidak. Jika mampu, bantu klien untuk duduk di kursi dan apabila tidak mampu, rebahkan pasien ke tempat tidur.
e.       Pertahankan posisi kesejajaran tubuh dengan baik. Minta bantuan perawat lain jika perlu untuk memastikan keamanan kliennya.
f.       Gerakan klien secara perlahan dan hati-hati. Gerakan yang kasar dapat menganggu kenyamanan klien.

7.      Langkah-langkah
Ø  Merapikan tempat tidur yang tidak dipakai
1.      Kaji klien terhadap potensial inkontensial atau mengeluarkan drainase yang berlebihan pada linen tempat tidur. Kaji pesan aktivitas dan mobilisasi fisik klien.
2.      Apabila klien berada di tempat tidur, jelaskan bahwa perawat hendak merapikan tempat tidur. Tanyakan apakah pasien mampu untuk duduk di kursi, bantu klien turun dari tempat tidur dan pindah ke kursi yang nyaman.
3.      Persiapkan alat yang dibutuhkan di kursi atau meja agar terjadi kontaminasi silang melalui line yang kotor.
4.      Cuci tangan dan pakai sarung tangan, selanjutnya lakukan prosedur pengendalian infeksi lainnya yang sesuai.
5.      Atur ketinggian tempat tidur pada tingkat tertentu yang dirasa nyaman oleh perawat. Rendahkan rel samping tempat tidur di sisi perawat.
6.      Buka linen tempat tidur.
7.      Periksa bagian atas linen, apakah masih ada barang milik klien dan sisngkirkan bel pengambil dan selang dari tempat tidur.
8.      Lepaskan alas tempat tidur secara sistematis, mulai dari sisi terjauh dan bergerak mengelilingi tempat tidur ke arah kepala tempat tidur pada sisi terdekat.
9.      Lepaskan sarung bantal jika kotor dan letakkan bantal pada kursi.
10.  Lipat linen yang masih dapat digunakan seperti alas penutup tempat tidur dan alas bagian tempat tidur ke dalam 4 bagian.
11.  Lepaskan perlak yang kotor.
12.  Gulung semua linen yang kotor ke arah bagian dalam, pegang menjauh dari seragam perawat dan langsung letakkan ke dalam keranjang lien kotor.
13.  Pasang linen besar, linen kecil dan perlak.
14.  Letakkan lipatan linen besar di atas tempat tidur. Pastikan bahwa sisi jahitan kain ke dalam untuk mendapatkan dasar yang halus. Lebarkan kain di atas matras dan atur sehingga kain cukup untuk dilipat ke bawah kasur dengan garis tengah lipatan tepat di bawah kasur/tempat tidur. Biarkan linen yang tersisa menggantung di sepanjang tepi tempat tidur dan jangan dilipat.
lipat ujung linen pada sisi yang terdekat dengan perawat membentuk sudut 90º dan masuka linen ke bawah matras, lakukan dari bagian kepala tempat tidur menuju bagian kaki tempat tidur.
15.  Jika perlak digunakan. Letakkan di atas linen alas matras yaitu pada bagian-bagian tempat tidur dan bagian atas serta bawah linen pelapis terbentangkan melapisi area punggung. Buka setelah lipatan perlak atau bagian pinggir yang terjauh dari tempat tidur dan selipkan.
16.  Letakkan linen kecil di atas perlak dengan cara yang sama.
17.  Naikkan rel samping pada sisi perawat.
18.  Bergerak ke sisi lain dan fiksasi bagian dasar linen.
19.  Selesaikan menata selimut tempat tidur.
20.  Lipatkan selimut menjadi 4 secara terbalik dan pasang bagian bawah(atur sekitar 15cm dari kepala tempat tidur), ujung selimut masukan ke dalam bawah kasur.
21.  Pasang bantal bersih pada bantal sesuai dengan kebutuhan.
22.  Pegang bagian tengah sarung bantal yang tertutup dengan 1 tangan.
23.  Kumpulkan sisi sarung bantal dan letakkan di sekitar tangan yang memegang bagian tengah sarung bantal.
24.  Dengan tangan lain yang tidak memegang bantal tarik sarung bantal menutupi bantal.
25.  Atur sarung bantal dan tempatkan bantal secara tepat di bagian kepala tempat tidur.
26.  Berikan klien rasa nyaman dan aman.
27.  Sambungkan lampu pemanggil sehingga klien dapat segera menggunakannya.
28.  Atur penepatan meja samping tempat tidur dan meja di atas tempat tidur.
29.  Biarkan tempat tidur dalam posisi tinggi.
30.  Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.








Ø  Merapikan Tempat Tidur yang Dipakai
1.      Kaji klien terhadap potensial inkontensial atau mengeluarkan drainase yang berlebihan pada tempat tidur. Kaji pesan aktivitas dan mobilisasi fisik klien.
2.      Jelaskan kepada klien tentang prosedur yang akan dilakukan dan alsan pentingnya prosedur tersebut perlu dilakukan.
3.      Sampaikan kontrak waktu pelaksanaan tindakan kepada klien.
4.      Tanyakan kesediaan pasien dalam melakukan tindakan dan meminta kerjasamanya demi kelancaran prosedur tersebut.
5.      Persiapkan alat yang dibutuhkan di kursi atau meja agar tidak terjadi kontaminasi silang melalui linen yang kotor.
6.      Jaga privasi pasien dengan menutup tirai.
7.      Cuci tangan dan pakai sarung tangan.
8.      Atur ketinggian tempat tidur pada tingkat tertentu yang di rasa nyaman. Turunkan rel samping tempat tidur di sisi perawat.
9.      Lepaskan seprai/linen terluar.
10.  Lepaskan semua linen di bagian kaki tempat tidur, dan lepaskan selimut yang digunakan klien.
11.  Biarkan selimut yang di gunakan klien( selimut akan tetap memberikan kehangatan pada klien), atau tutupi dengan selimut mandi(minta klien memegang tepi atas selimut mandi. Jika klien tidak mampu, masukan bagian atas selimut mandi di bawah bahu).
12.  Ganti linen dan perlak.
13.  Bantu klien untuk miring ke samping menjauh dari sisi linen yang bersih. Atur bantal berada di bawah kepala.
14.  Naikan pagar tempat tidur yang terdekat dengan klien atau minta perawat lain untuk memegang klien di pinggir tempat tidur(agar klien tidak jatuh).
15.  Gulung linen dan perlak ke tengah sedekat mungkin dengan klien.
16.  Letakkan linen besar di atas tempat tidut dengan pusat lipatan di tempat tidur. Rapikan dengan cara mengatur sisi kedua samping linen atau tempat tidur denga sudut 90º(linen yang rata), selipkan bagian linen yang berada di tepi tempat tidur ke bawah kasur.
17.  Letakkan linen kecil dan perlak di atas tempat tidur dengan pusat lipatan di tengah tempat tidur. Perhalus lapisan bawah ke luar lewat kasur dan lipat tepi yang berlebihan di bawah kasur. Bantu klien berbalik ke arah anda di sisi tempat tidur yang bersih(klien berguling melewati lipatan linen).
18.  Pindahkan bantal ke sisi bersih untuk digunakan oleh klien. Naikan pagar tempat tidur sebelum meninggalkan sisi tempat tidur di hadapan klien.
19.  Pindah ke arah sisi tempat tidur yang lain dan turunkan pagarnya.
20.  Aangkat linen yang kotor dan melipatnyam menjadi buntalan atau kotak, kemudian letakkan pada kantong plastik atau keranjang.
21.  Buka lipatan linen besar dari tengah tempat tidur. Tarik linen hingga tampak permukaan yang rata dan selipkan linen yang tersisa ke bawah kasur.
22.  Buka lipatan lipatan linen kecil dan perlak yang berada pada bagian tengah tempat tidur dan tarik dengan kuat menggunakan kedua tangan. Selipkan sisa linen pelapis ke sisi bawah kasur.
23.  Pasang sarung bantal bersih pada bantal sesuai dengan kebutuhan.
24.  Pegang bagian tengah sarung bantal yang tertutup dengan satu tangan.
25.  Kumpulkan sisis sarung bantal dan letakkan di sekitar tangan yang memegang bagian tengah sarung bantal.
26.  Dengan tangan lain yang tidak memegang bantal tarik sarung bantal menutupi bantal.
27.  Atur sarng bantal dan tempatkan bantal secara tepat di bagian kepala tempat tidur.
28.  Kembalikan posisi klien ke tengah tempat tidur.
29.  Bant klien berada ke tengah tempat tidur(posisi yang di pilih atau disenangi). Dan posisikan kembali bantal ke bagian tengah tempat tidur.
30.  Berikan atau selesaikan dengan memasang penutup tempat tidur.
31.  Lebarkan selimut menutupi klien dan selesaikan dengan merapikan selimut klien.
32.  Pastikan keamanan yang continue pada klien.
33.  Naikan pagar tempat tidur.
34.  Letakkan benda-benda yang digunakan klien dalam jangkauan klien.
35.  Lepas sarung tangan dan cuci tangan.

8.      Evaluasi
1.      Lakukan tindak lanjut yang sesuai, seperti meningkatkan kenyamanan dan ke amanan klien.
2.      Jangan lupa menaikan pagar tempat tidur.
3.      Letakkan benda-benda yang digunakan klien dalam jangkauan klien.
4.      Kepatenan semua selang drainase.
5.      Jangkauan klien ke lampu pemanggil untuk memanggil bantuan jika diperlukan(jika ada).

9.      Dokumentasi
Jangan lupa mencatat semua prosedur yang sudah dilakukan.   




Mencuci Rambut Pasien

1.      Definisi
Mencuci rambut adalah menghilangkan kotoran rambut dan kulit kepala dengan menggunakan sampo.

2.      Tujuan
a.       Memberikan perasaan senang dan segar kepada klien.
b.      Rambut tetap bersih, rapi dan terpelihara.
c.       Merangsang peredaran darah di bawah kulit kepala.
d.      Membersihkan kutu/ketombe.

3.      Indikasi
a.       Pasien yang rambutnya kotor dan keadaan umumnya mengizinkan.
b.      Bagi pasien yang berkutu dan sebelum dicuci harus diobati dan dipasang kap kutu lebih dahulu.
c.       Pasien yang akan menjalani operasi besar(bila keadaan umum mengizinkan).

4.      Kontra Indikasi
a.       Apabila teridentifikasilesi actual ketidak normalan pada kulit kepala.
b.      Intregritas kulit kepala berhubungan dengan gangguan parasit.

5.      Persiapan alat
a.       Sarung tangan steril.
b.      Pengalas.
c.       Sisir biasa.
d.      Tisu dan tempatnya.
e.       Bengkok berisi larutan lisol 2-3%
f.       Kantong plastik.
g.      Karet pengikat(jiak perlu).
h.      Minyak rambut(jika perlu).
i.        Peniti(jika perlu)
j.        Talang karet(perlak dan handuk yang dibuat sebagai talang)
k.      Handuk 1 buah.
l.        Sampo.
m.    Baskom kecil 1 buah.
n.      Kain kasa dan kapas bulat pada tempatnya.
o.      Gayung air.
p.      Baskom berisi air hangat(±400 C).
q.      Ember kosong.
r.        Kain pel.



6.      Langkah-langkah
a.       Identifikasi kebutuhan klien.
b.      Identifikasi tingkat kemandirian pasien terkait kemampuan mencuci rambut.
c.       Lakukan kontrak dengan pasien(waktu,tempat dan tindakan).
d.      Informasikan tujuan dilakukannya tindakan.
e.       Siapkan alat-alat dan susun di troli.
f.       Bawa alat-alat ke dekat pasien.
g.      Angkat bantal, lalu pasang pengalas dan handuk di bawah kepala pasien.
h.      Pasang ujung rambut di atas bahu pasien.
i.        Taur posisi kepala pasien agar berada di pinggir tempat tidur.
j.        Pasang talang di bawah kepala pasien dengan ujung talang dimasukan ke dalam ember kosong, alasi ember dengan kain pel.
k.      Sisir rambut pasien.
l.        Tutup lubang telinga dengan kasa dan jika perlu tutup juga mata pasien.
m.    Bahasi rambut mulai dari pangkal sampai ke ujung rambut.
n.      Oleskan sampo ke seluruh permukaan kulit kepala dan batang rambut, kemudian usap samapai berbusa.
o.      Bilas ranbut sampai bersih.
p.      Angkat penutup telinga dan mata.
q.      Angkat talang masukan karet ke dalam ember dan angkat handuk.
r.        Keringkan rambut dengan handuk, jika perlu dibungkus.
s.       Sisir rambut.
t.        Atur kembali posisi pasien(jika pasien pada posisi tidur, alasi bantal dengan handuk).
u.      Rapikan kembali alat-alat.
v.      Lepaskan sarung tangan.
w.    Cuci tangan.

7.      Evaluasi
Observasi keadaan pasien.

8.      Dokumentasi
Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.






Daftar Pustaka
Alimul, Aziz.2004.Kebutuhan Dasar Manusia.EGC:Jakarta
Potter, Perry.2005.Fundamental Keperawatan.EGC:jakarta
http://okliamri.wordpress.com/2011/10/23/laporan-pendahuluan/









































1 komentar: