Cari Blog Ini

Selasa, 25 Februari 2014

Jenis Penyakit Pada Telinga Manusia



Jenis Penyakit Pada Telinga Manusia

Jenis Penyakit Pada Telinga Manusia

Jenis Penyakit Pada Telinga Manusia, Jangan sembarangan membersihkan telinga. Setidaknya hal itu perlu menjadi perngatan bagi diri sendiri juga untuk orang yang disayangi. Ketika tidak berhati-hati dalam membersihkan indera pendengaran, bisa-bisa Anda terkena macam-macam penyakit telinga.
Jenis Penyakit Pada Telinga Manusia
jenis penyakit telinga

               
    Hindari membersihkan telinga dengan alat-alat keras yang bisa melukai telingga. Cara membersihkan yang benar ialah sebatas daun telinga dalam menjorok sedikit dan tidak perlu sampai ke dalam liang telinga.
    Serumen atau cairan sejenis minyak yang ada dalam liang telinga sebenarnya bukanlah kotoran. Serumen merupakan bagian dari sistem telinga untuk melindungi masuknya kotoran, debu, bahkan serangga kecil seperti nyamuk.
    Penyakit telinga dibagi dalam tiga kelompok. Penyakit telinga bagian luar, penyakit telinga tengah, dan gangguan pendengaran usia tua.
1. Othematoma
Salah satu dari macam-macam penyakit telinga yang satu ini disebut juga penyakit telinga bunga kol. Ini adalah sebuah kelainan genetis pada telinga seseorang. Ketika terdapat gangguan di tulang rawan telinga didampingi dengan munculnya pendarahan internal dan berlebihannya pertumbuhan jaringan telinga.
2. Penyumbatan
Ini sebenarnya bukan penyakit, tetapi gejala yang diakibatkanya sangat mengganggu yaitu sulit mendengar dan hilang keseimbangan. Produksi kotoran telinga yang berlebihan bisa menyumbat salah satu atau kedua saluran telinga Membersihkan telinga adalah cara mudah menghindari penyakit ini.
Namun jika kotoran telinga sudah telanjur menumpuk, berkonsultasilah ke dokter. Dokter akan memberikan obat tetes dan menggunakan cara yang tepat untuk membuang kotoran telinga Anda.
Dalam kasus ini tidak disarankan untuk memaksakan diri membersihkan telinga dengan kasar, termasuk mencolok-colok lubang telinga terlalu dalam. Kulit lubang telinga yang tipis akan lecet jika terus menerus dikorek. Akibatnya telinga akan barnanah, nanah tersebut bercampur dengan kotoran telinga dan berbau tak sedap.
Apabila sudah begini, hindari masuknya cairan apa pun (termasuk air mandi) ke dalam telinga, mintalah bantuan dokter ahli untuk menyembuhkan infeksi dan membersihkan kotoran telinga. Biasanya dokter akan menjaga telinga Anda agar tetap kering dengan tidak member obat tetes, melainkan langsung mengambil kotoran dengan menggunakan alat pengisap khusus.
3. Perikondritis
Ini adalah salah satu dari macam-macam penyakit telinga bagian luar. Perikondritis merupakan istilah untuk tulang rawan telinga luar yang terinfeksi. Infeksi ini umumnya terjadi akibat luka cedera, gigitan serangga, dan bisul daun telinga yang dipecahkan dengan sengaja
Pada perikondritis telinga pasien akan mengeluarkan nanah. Hanya saja kali ini sumber nanah bisa terlihat jelas, yakni di bagian tulang rawan telinga luar. Bercampurnya nanah dan bakteri adalah masalah utama dalam penyakit ini.
Jika sudah menumpuk dan membengkak, nanah dapat memutuskan aliran darah ke tulang rawan telinga bagian luar lantas mengakibatkan rusaknya tulang rawan. Dalam jangka panjang. Tulang rawan telinga luar ini menjadi aneh bentuknya sehingga terlihat seperti adanya kelainan bentuk daun telinga.
Penyakit yang sifatnya merusak dan menahun ini hanya menunjukkan gejala-gejala ringan. Oleh karena itu biasanya si penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengidap perikondritis dan membiarkannya begitu saja. Padahal sebaiknya penderita berkonsultasi dengan dokter sejak nanah mulai keluar.
4. Tinnitius
Tinnitus adalah penyakit telinga ringan yang cukup mengganggu penderitanya. Gejala tinnitus berupa bunyi berdengung, berdesir, dan sebagainya. Biasanya penyakit ini akan menghilang begitu saja tanpa disadari oleh penderitanya. Akan tetapi tinnitus yang tidak diobati akan memicu tumor telinga, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.
Beberapa bunyi memang wajar didengar dari dalam telinga. Biasanya bunyi tersebut adalah bunyi pergerakan kotoran telinga. Umumnya bunyi ini tidak terdengar karena kita biasa hidup di tempat bising dengan segala bunyi-bunyian. Akan tetapi ketika kita berada di tempat sunyi, bunyi dalam telinga akan terdengar jelas.
Untuk memahami apa penyebab tinnitus pada telinga pasiennya, seorang dokter THT akan melaksanakan sejumlah tes pendengaran dan memeriksa riwayat kesehatan dan lingkungan hidup pasiennya. Setelah diketahui penyebabnya, dokter akan memberi rekomendasi-rekomendasi tertentu yang sesuai.
5. Jenis penyakit lainnya ialah tuli mendadak. Diakibatkan oleh serangan virus yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke organ-organ pendengaran.
Ketika kondisi semakin parah dapat mengakibatkan tuli permanen atau sampai pada kondisi terjadi peradangan pada tulang belakang telinga (mastoiditis). Infeksi juga bisa menjalar sampai ke selaput otak (meningitis).


Kehadiran penyakit telinga bisa karena terlalu kuat atau dalam membersihkan telinga. Semakin kuat dan dalam Anda membersihkan telinga justru dapat membuat kotoran terdorong masuk di sekitar gendang telinga
    Jika terulang, maka kotoran tersebut dapat terkumpul dan membatu. Dan dalam konsisi tertentu dapat menutup serta menghalangi gendang telinga untuk menangkap getaran suara dari luar. Hal ini membuat telinga terasa gatal dan tanpa disadari Anda mengorek-ngoreknya sehingga menimbulkan infeksi.
    Tersumbatnya sebelah telinga pun bisa mengakibatkan pusing, kepala terasa berputar bahkan vertigo. Ketika Anda berada dalam kondisi ini, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter.
    Penyebab sakit telinga lainnya berupa infeksi yang disebabkan jamur atau bakteri (bakteri Pneumococcus haemophilus). Memiliki tanda seperti telinga berwarna kemerahan dan terjadi pembengkakan pada rahang sehingga sulit digerakan, khususnya untuk menguyah makanan. Tanda lainnya, keluar cairan kental berwarna kekuningan dan menunjukkan telah terjadi infeksi pada telinga.
   Infeksi bakteri pada telinga merupakan bentuk umum dari infeksi telinga.
Telinga bagian tengah dan bagian dalam merupakan yang paling sering terkena infeksi.
Penyebab Infeksi Telinga
Terdapat beberapa jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pada telinga.
Bakteri-bakteri penyebab infeksi telinga diantaranya adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Streptococcus pyogenes, dan Staphylococcus aureus.
Sebenarnya bakteri-bakteri tersebut hidup di bagian dalam telinga tanpa menimbulkan bahaya apa pun.
Namun, saat pertumbuhan dan jumlah bakteri meningkat karena beberapa penyebab tertentu, maka akan bisa menimbulkan infeksi telinga.
Pada kondisi normal, telinga bagian tengah terisi oleh udara. Terdapat sebuah tabung sempit yang disebut tabung Eustachia yang menghubungkan telinga dengan bagian belakang hidung.
Infeksi telinga karena bakteri lebih sering terjadi pada anak kecil karena tabung Eustachia mereka masih sangat sempit dan pendek sehingga lebih mudah tersumbat.
Bahkan pada beberapa anak, tabung Eustchia ini bentuknya hampir lurus sehingga tidak bisa melakukan fungsi drainase dengan benar.
Kondisi ini dapat menyebabkan anak menderita infeksi telinga berulang.
Perenang sering pula mengalami infeksi telinga karena telinganya kemasukan air saat berenang.
Bayi yang masih kecil mungkin mengalami infeksi telinga bila telinganya kemasukan air susu saat diberi ASI.
Gejala Infeksi Telinga
Gejala infeksi telinga biasanya bisa diamati segera setelah terjadi infeksi pada tenggorokan atau infeksi saluran pernapasan atas lain.
Berikut beberapa tanda dan gejala infeksi telinga:
  • Nyeri konstan dan ketidaknyamanan di dalam telinga. Intensitas nyeri sering bervariasi mulai dari yang ringan hingga nyeri intens, tergantung tingkat keparahan infeksi.
  • Demam ringan sampai demam sedang.
  • Keluar cairan dari telinga.
  • Kehilangan kemampuan mendengar sementara.
  • Pusing disertai dengan sakit kepala.
  • Kelemahan dan kelelahan, biasanya terjadi pada anak kecil.
Penanganan Infeksi Telinga
Kunjungi dokter spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) untuk mendapatkan pengobatan.
Bakteri penyebab infeksi akan dihancurkan dengan bantuan antibiotik. Terkadang dokter hanya meresepkan antibiotik berupa obat tetes telinga untuk penggunaan topikal saja.
Pada kasus infeksi yang cukup serius dokter mungkin akan meresepkan antibiotik baik untuk diminum dan antibiotik topikal (obat tetes telinga).
Obat penghilang nyeri digunakan pada kasus dimana pasien mengalami rasa sakit yang cukup hebat.
Bila terjadi pembengkakan pada bagian dalam telinga, dokter biasanya akan meresepkan steroid tetes telinga untuk mengurangi pembengkakan.
Bila terdapat cairan berlebihan yang terbentuk di dalam telinga yang tidak bisa dibersihkan dengan bantuan obat-obatan, dokter akan mengeluarkan cairan tersebut dari telinga dengan melakukan operasi kecil.
Pengobatan Alternatif untuk Infeksi Telinga
Pengobatan bisa jadi tidak dibutuhkan bila infeksi telinga tidak parah sehingga bisa ditangani di rumah dengan bantuan beberapa obat alami.
Berikut 3 pengobatan alternatif yang efektif untuk mengatasi infeksi telinga:
1. Kompres Air Hangat
Kompres air hangat sangat baik untuk mengatasi infeksi telinga tertama pada bayi dan anak kecil.
  • Ambil semangkuk air hangat,
  • Celupkan handuk kecil yang bersih ke dalam mangkuk yang berisi air hangat
  • Peras, kemudian kompres di atas telinga yang sakit
Kompres air hangat harus diulang beberapa kali dalam sehari untuk meredakan rasa sakit pada telinga yang terinfeksi.
2. Tea Tree Oil
  • Encerkan beberapa tetes tea tree oil ke dalam air dengan perbandingan yang sama,
  • Tempatkan campuran ini ke dalam wadah tetes telinga, kemudian teteskan ke dalam telinga yang terinfeksi,
  • Tunggu selama 5 menit, kemudian memiringkan kepala sehingga cairan di dalam telinga bisa terkuras keluar.
Tea tree oil bermanfaat untuk menghancurkan bakteri dan bisa mengeringkan cairan yang terakumulasi dalam telinga.
3. Bawang Putih
Air perasan bawang putih bermanfaat sebagai antibiotik alami, sehingga dapat digunakan untuk membunuh bakteri yang mengakibatkan infeksi telinga.
  • Hancurkan satu siung bawang putih segar untuk diekstrak sarinya.
  • Tuangkan beberapa tetes air sari bawang putih ke telinga yang terinfeksi dengan bantuan pipet.
  • Lakukan 2 – 3 kali sehari untuk mempercepat proses penyembuhan.
Infeksi telinga yang ringan biasanya akan sembuh dalam beberapa hari.
Sedangkan infeksi yang lebih parah bila dirawat dengan baik dan tepat waktu bisa disembuhkan dalam waktu 7 hari.
Namun, jika perawatan yang diberikan tidak tepat, maka infeksi telinga ini bisa mengganggu selama beberapa bulan.[]

   .
    Lindungi diri Anda dan orang-orang yang disayangi dari macam-macam penyakit telinga dengan rajin memeriksakan kesehatan telinga ke dokter. Sebaiknya selama enam bulan sekali atau minimal setahun sekali.

Laporan Pendahluan Pemotong kuku, Bad Making dan Mencuci rambut pasien



Memotong Kuku Pasien

1.      Definisi
Memotong kuku adalah mengurangi panjang kku tangan dan kaki dengan menggunakan alat pemotong kuku agar kotoran tidak masuk ke dalam tubuh melalui kuku sehingga kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Menjaga kebersihan kuku merupakan aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam tubuh melai kuku. Yang bermanfaat mencegah infeksi, rasa nyaman pada pasien, bau kaki dan cidera pada jaringan lunak.

2.      Tujuan
a.       Membersihkan kuku dari kotoran.
b.      Mencegah timbulnya penyakit.
c.       Memberikan rasa nyaman pada jari-jari kai maupun tangan.

3.      Indikasi
Pada pasien yang kukunya panjang tidak dapat melakukannya sendiri.

4.      Kontra Indikasi
a.       Memotong kuku pasien tidak terlalu dalam.
b.      Pada pasien diabetes memotong kuku harus hati-hati karena bisa berakibat fatal.

5.      Persiapan Alat
a.       Gunting kuku dan pengikir.
b.      Bengkok berisi larutan lisol 2-3% 1 buah.
c.       Baskom berisi air hangat(40-42ºC) 1 buah.
d.      Baskom berisi air bersih 1 buah.
e.       Handuk 1 buah.
f.       Sabun 1 buah.
g.      Aseton dan kapas 1 buah.
h.      Lesion atau minyak 1 buah.
i.        Sikat kuku 1 buah.
j.        Pengalas perlak atau kain 1 buah.
k.      Kain pel 1 buah.






6.      Langkah-langkah
a.       Identifikasi kebutuhan pasien.
b.      Jelaskan prosedr dan tindakan yang akan dilakukan.
c.       Siapkan alat-alat sesuai kebutuhan pasien.
d.      Cuci tangan.
e.       Pasang sampiran/penutup pintu.
f.       Atur posisi pasien.
g.      Pasang pengalas di bawah tangan tepat pada bagian kuku yang akan dibersihkan. Bersihkan cat kuku dengan aseton(bila pasien menggunakan cat kuku), kemudian letakkan baskom berisi air hangat.
h.      Rendam kuku tangan dengan air hangat selama 1-2 menit.
i.        Sikat kuku dengan sikat khusus kuku dan sabun, lalu bersihkan dan keringkan.
j.        Dekatkan bengkok berisi larutan lisol 2-3% ke pasien. Kemudian tangan diletakkan di atasnya. Potong kuku tangan dengan lurus dan tidak boleh sampai batas dasar kuku, kemudian kikir pinggiran-pinggiran kuku.
k.      Cuci kuku dan tangan dengan air bersih dan keringkan(jika perlu diberikan lution pada jari-jari).
l.        Angkat pengalas dan pindahkan ke tangan lainnya. Lakukan langkah-langkah g samapi k.
m.    Atur kembali posisi pasien.
n.      Rapikan alat-alat dan kembalikan pada tempatnya.
o.      Cuci tangan

7.      Evaluasi
Observasi keadaan pasien.

8.      Dokumentasi
Catat tindakan yang dilakkan dan hasilnya.














Tindakan Bed Making

1.      Definisi
Menyiapkan tempat tidur merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan diri dan lingkungan dengan memberikan tempat tiduryang sesuai dengan kebutuhan klien. Pemenuhan kebersihan diri merupakan bagian dari “kebutuhan daras manusia”. Ini berarti setiap manusia membutuhkan kenyamanan pada diri dan lingkungan. Merapikan tempat tidur merupakan tanggung jawab perawat yang bertujuan menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat tidur.

2.      Tujuan
1.      Pemenuhan kebutuhan ini untuk memberikan kenyamanan pada pasien dalam memenuhi kebutuhan dirinya.
2.      Menciptakan lingkungan yang rapi bagi pasien.
3.      Menghemat energi klien dan menjaga status kesehatan klien saat ini.
4.      Menyediakan tempat tidur yang bersih, kering dan bebas kotoran sehingga meminimalkan iritasi pada kulit klien.

3.      Indikasi
1.      Dilakukan untuk pasien tidak sadar.
2.      Pasien yang mempunyai penyakit sesak napas.
3.      Pada semua pasien yang dirawat.
4.      Bila diperlukan sewaktu-waktu.
5.      Pasien lemah/intoleransi aktivitas.
6.      Dilakukan sepanjang hari, biasanya dilakukan setelah klien mandi, selama klien mandi atau showering, atau ketika klien keluar ruangan untuk tes.

4.      Kontra Indikasi
Tidak dilakukan apabila pasien tidak menginginkan untuk dirapikan tempat tidurnya karena kadang ada pasien yang beranggapan bahwa apabila dia banyak bergerak tubuhnya akan merasa bertambah sakit.

5.      Persiapan alat
a.       Tempat tidur, kasur dan bantal.
b.      Linen,/ seprai besar(rata atau berkaret).
c.       Linen/seprai kecil.
d.      Sarung bantal untuk bantal kepala(tambahan)
e.       Perlak atau bantalan anti air(pilihan).
f.       Selimut.
g.      Selimut mandi.
h.      Sarung tangan.
i.        Kantong plastik atau keranjang linen jika tersedia.

6.      Persiapan pasien
a.       Bina hubungan saling percaya.
b.      Dukung privasi klien.
c.       Bila memungkin kan, ajak klien bekerja sama dalam prosedur ini.
d.      Apabila klien berada di tempat tidur dalam keadaan duduk tegak jelaskan pada klien bahwa, perawat hendak merapika tempat tidur. Dan tanyakan pada klien apakah merasa mampu duduk di kursi atau tidak. Jika mampu, bantu klien untuk duduk di kursi dan apabila tidak mampu, rebahkan pasien ke tempat tidur.
e.       Pertahankan posisi kesejajaran tubuh dengan baik. Minta bantuan perawat lain jika perlu untuk memastikan keamanan kliennya.
f.       Gerakan klien secara perlahan dan hati-hati. Gerakan yang kasar dapat menganggu kenyamanan klien.

7.      Langkah-langkah
Ø  Merapikan tempat tidur yang tidak dipakai
1.      Kaji klien terhadap potensial inkontensial atau mengeluarkan drainase yang berlebihan pada linen tempat tidur. Kaji pesan aktivitas dan mobilisasi fisik klien.
2.      Apabila klien berada di tempat tidur, jelaskan bahwa perawat hendak merapikan tempat tidur. Tanyakan apakah pasien mampu untuk duduk di kursi, bantu klien turun dari tempat tidur dan pindah ke kursi yang nyaman.
3.      Persiapkan alat yang dibutuhkan di kursi atau meja agar terjadi kontaminasi silang melalui line yang kotor.
4.      Cuci tangan dan pakai sarung tangan, selanjutnya lakukan prosedur pengendalian infeksi lainnya yang sesuai.
5.      Atur ketinggian tempat tidur pada tingkat tertentu yang dirasa nyaman oleh perawat. Rendahkan rel samping tempat tidur di sisi perawat.
6.      Buka linen tempat tidur.
7.      Periksa bagian atas linen, apakah masih ada barang milik klien dan sisngkirkan bel pengambil dan selang dari tempat tidur.
8.      Lepaskan alas tempat tidur secara sistematis, mulai dari sisi terjauh dan bergerak mengelilingi tempat tidur ke arah kepala tempat tidur pada sisi terdekat.
9.      Lepaskan sarung bantal jika kotor dan letakkan bantal pada kursi.
10.  Lipat linen yang masih dapat digunakan seperti alas penutup tempat tidur dan alas bagian tempat tidur ke dalam 4 bagian.
11.  Lepaskan perlak yang kotor.
12.  Gulung semua linen yang kotor ke arah bagian dalam, pegang menjauh dari seragam perawat dan langsung letakkan ke dalam keranjang lien kotor.
13.  Pasang linen besar, linen kecil dan perlak.
14.  Letakkan lipatan linen besar di atas tempat tidur. Pastikan bahwa sisi jahitan kain ke dalam untuk mendapatkan dasar yang halus. Lebarkan kain di atas matras dan atur sehingga kain cukup untuk dilipat ke bawah kasur dengan garis tengah lipatan tepat di bawah kasur/tempat tidur. Biarkan linen yang tersisa menggantung di sepanjang tepi tempat tidur dan jangan dilipat.
lipat ujung linen pada sisi yang terdekat dengan perawat membentuk sudut 90º dan masuka linen ke bawah matras, lakukan dari bagian kepala tempat tidur menuju bagian kaki tempat tidur.
15.  Jika perlak digunakan. Letakkan di atas linen alas matras yaitu pada bagian-bagian tempat tidur dan bagian atas serta bawah linen pelapis terbentangkan melapisi area punggung. Buka setelah lipatan perlak atau bagian pinggir yang terjauh dari tempat tidur dan selipkan.
16.  Letakkan linen kecil di atas perlak dengan cara yang sama.
17.  Naikkan rel samping pada sisi perawat.
18.  Bergerak ke sisi lain dan fiksasi bagian dasar linen.
19.  Selesaikan menata selimut tempat tidur.
20.  Lipatkan selimut menjadi 4 secara terbalik dan pasang bagian bawah(atur sekitar 15cm dari kepala tempat tidur), ujung selimut masukan ke dalam bawah kasur.
21.  Pasang bantal bersih pada bantal sesuai dengan kebutuhan.
22.  Pegang bagian tengah sarung bantal yang tertutup dengan 1 tangan.
23.  Kumpulkan sisi sarung bantal dan letakkan di sekitar tangan yang memegang bagian tengah sarung bantal.
24.  Dengan tangan lain yang tidak memegang bantal tarik sarung bantal menutupi bantal.
25.  Atur sarung bantal dan tempatkan bantal secara tepat di bagian kepala tempat tidur.
26.  Berikan klien rasa nyaman dan aman.
27.  Sambungkan lampu pemanggil sehingga klien dapat segera menggunakannya.
28.  Atur penepatan meja samping tempat tidur dan meja di atas tempat tidur.
29.  Biarkan tempat tidur dalam posisi tinggi.
30.  Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.








Ø  Merapikan Tempat Tidur yang Dipakai
1.      Kaji klien terhadap potensial inkontensial atau mengeluarkan drainase yang berlebihan pada tempat tidur. Kaji pesan aktivitas dan mobilisasi fisik klien.
2.      Jelaskan kepada klien tentang prosedur yang akan dilakukan dan alsan pentingnya prosedur tersebut perlu dilakukan.
3.      Sampaikan kontrak waktu pelaksanaan tindakan kepada klien.
4.      Tanyakan kesediaan pasien dalam melakukan tindakan dan meminta kerjasamanya demi kelancaran prosedur tersebut.
5.      Persiapkan alat yang dibutuhkan di kursi atau meja agar tidak terjadi kontaminasi silang melalui linen yang kotor.
6.      Jaga privasi pasien dengan menutup tirai.
7.      Cuci tangan dan pakai sarung tangan.
8.      Atur ketinggian tempat tidur pada tingkat tertentu yang di rasa nyaman. Turunkan rel samping tempat tidur di sisi perawat.
9.      Lepaskan seprai/linen terluar.
10.  Lepaskan semua linen di bagian kaki tempat tidur, dan lepaskan selimut yang digunakan klien.
11.  Biarkan selimut yang di gunakan klien( selimut akan tetap memberikan kehangatan pada klien), atau tutupi dengan selimut mandi(minta klien memegang tepi atas selimut mandi. Jika klien tidak mampu, masukan bagian atas selimut mandi di bawah bahu).
12.  Ganti linen dan perlak.
13.  Bantu klien untuk miring ke samping menjauh dari sisi linen yang bersih. Atur bantal berada di bawah kepala.
14.  Naikan pagar tempat tidur yang terdekat dengan klien atau minta perawat lain untuk memegang klien di pinggir tempat tidur(agar klien tidak jatuh).
15.  Gulung linen dan perlak ke tengah sedekat mungkin dengan klien.
16.  Letakkan linen besar di atas tempat tidut dengan pusat lipatan di tempat tidur. Rapikan dengan cara mengatur sisi kedua samping linen atau tempat tidur denga sudut 90º(linen yang rata), selipkan bagian linen yang berada di tepi tempat tidur ke bawah kasur.
17.  Letakkan linen kecil dan perlak di atas tempat tidur dengan pusat lipatan di tengah tempat tidur. Perhalus lapisan bawah ke luar lewat kasur dan lipat tepi yang berlebihan di bawah kasur. Bantu klien berbalik ke arah anda di sisi tempat tidur yang bersih(klien berguling melewati lipatan linen).
18.  Pindahkan bantal ke sisi bersih untuk digunakan oleh klien. Naikan pagar tempat tidur sebelum meninggalkan sisi tempat tidur di hadapan klien.
19.  Pindah ke arah sisi tempat tidur yang lain dan turunkan pagarnya.
20.  Aangkat linen yang kotor dan melipatnyam menjadi buntalan atau kotak, kemudian letakkan pada kantong plastik atau keranjang.
21.  Buka lipatan linen besar dari tengah tempat tidur. Tarik linen hingga tampak permukaan yang rata dan selipkan linen yang tersisa ke bawah kasur.
22.  Buka lipatan lipatan linen kecil dan perlak yang berada pada bagian tengah tempat tidur dan tarik dengan kuat menggunakan kedua tangan. Selipkan sisa linen pelapis ke sisi bawah kasur.
23.  Pasang sarung bantal bersih pada bantal sesuai dengan kebutuhan.
24.  Pegang bagian tengah sarung bantal yang tertutup dengan satu tangan.
25.  Kumpulkan sisis sarung bantal dan letakkan di sekitar tangan yang memegang bagian tengah sarung bantal.
26.  Dengan tangan lain yang tidak memegang bantal tarik sarung bantal menutupi bantal.
27.  Atur sarng bantal dan tempatkan bantal secara tepat di bagian kepala tempat tidur.
28.  Kembalikan posisi klien ke tengah tempat tidur.
29.  Bant klien berada ke tengah tempat tidur(posisi yang di pilih atau disenangi). Dan posisikan kembali bantal ke bagian tengah tempat tidur.
30.  Berikan atau selesaikan dengan memasang penutup tempat tidur.
31.  Lebarkan selimut menutupi klien dan selesaikan dengan merapikan selimut klien.
32.  Pastikan keamanan yang continue pada klien.
33.  Naikan pagar tempat tidur.
34.  Letakkan benda-benda yang digunakan klien dalam jangkauan klien.
35.  Lepas sarung tangan dan cuci tangan.

8.      Evaluasi
1.      Lakukan tindak lanjut yang sesuai, seperti meningkatkan kenyamanan dan ke amanan klien.
2.      Jangan lupa menaikan pagar tempat tidur.
3.      Letakkan benda-benda yang digunakan klien dalam jangkauan klien.
4.      Kepatenan semua selang drainase.
5.      Jangkauan klien ke lampu pemanggil untuk memanggil bantuan jika diperlukan(jika ada).

9.      Dokumentasi
Jangan lupa mencatat semua prosedur yang sudah dilakukan.   




Mencuci Rambut Pasien

1.      Definisi
Mencuci rambut adalah menghilangkan kotoran rambut dan kulit kepala dengan menggunakan sampo.

2.      Tujuan
a.       Memberikan perasaan senang dan segar kepada klien.
b.      Rambut tetap bersih, rapi dan terpelihara.
c.       Merangsang peredaran darah di bawah kulit kepala.
d.      Membersihkan kutu/ketombe.

3.      Indikasi
a.       Pasien yang rambutnya kotor dan keadaan umumnya mengizinkan.
b.      Bagi pasien yang berkutu dan sebelum dicuci harus diobati dan dipasang kap kutu lebih dahulu.
c.       Pasien yang akan menjalani operasi besar(bila keadaan umum mengizinkan).

4.      Kontra Indikasi
a.       Apabila teridentifikasilesi actual ketidak normalan pada kulit kepala.
b.      Intregritas kulit kepala berhubungan dengan gangguan parasit.

5.      Persiapan alat
a.       Sarung tangan steril.
b.      Pengalas.
c.       Sisir biasa.
d.      Tisu dan tempatnya.
e.       Bengkok berisi larutan lisol 2-3%
f.       Kantong plastik.
g.      Karet pengikat(jiak perlu).
h.      Minyak rambut(jika perlu).
i.        Peniti(jika perlu)
j.        Talang karet(perlak dan handuk yang dibuat sebagai talang)
k.      Handuk 1 buah.
l.        Sampo.
m.    Baskom kecil 1 buah.
n.      Kain kasa dan kapas bulat pada tempatnya.
o.      Gayung air.
p.      Baskom berisi air hangat(±400 C).
q.      Ember kosong.
r.        Kain pel.



6.      Langkah-langkah
a.       Identifikasi kebutuhan klien.
b.      Identifikasi tingkat kemandirian pasien terkait kemampuan mencuci rambut.
c.       Lakukan kontrak dengan pasien(waktu,tempat dan tindakan).
d.      Informasikan tujuan dilakukannya tindakan.
e.       Siapkan alat-alat dan susun di troli.
f.       Bawa alat-alat ke dekat pasien.
g.      Angkat bantal, lalu pasang pengalas dan handuk di bawah kepala pasien.
h.      Pasang ujung rambut di atas bahu pasien.
i.        Taur posisi kepala pasien agar berada di pinggir tempat tidur.
j.        Pasang talang di bawah kepala pasien dengan ujung talang dimasukan ke dalam ember kosong, alasi ember dengan kain pel.
k.      Sisir rambut pasien.
l.        Tutup lubang telinga dengan kasa dan jika perlu tutup juga mata pasien.
m.    Bahasi rambut mulai dari pangkal sampai ke ujung rambut.
n.      Oleskan sampo ke seluruh permukaan kulit kepala dan batang rambut, kemudian usap samapai berbusa.
o.      Bilas ranbut sampai bersih.
p.      Angkat penutup telinga dan mata.
q.      Angkat talang masukan karet ke dalam ember dan angkat handuk.
r.        Keringkan rambut dengan handuk, jika perlu dibungkus.
s.       Sisir rambut.
t.        Atur kembali posisi pasien(jika pasien pada posisi tidur, alasi bantal dengan handuk).
u.      Rapikan kembali alat-alat.
v.      Lepaskan sarung tangan.
w.    Cuci tangan.

7.      Evaluasi
Observasi keadaan pasien.

8.      Dokumentasi
Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.






Daftar Pustaka
Alimul, Aziz.2004.Kebutuhan Dasar Manusia.EGC:Jakarta
Potter, Perry.2005.Fundamental Keperawatan.EGC:jakarta
http://okliamri.wordpress.com/2011/10/23/laporan-pendahuluan/