Hayy everybody apa kabarnya?? semoga kalian semua sehat semua ya para reader. :)
Ini adalah kelanjutan cerita cinta saya part 2. Selamat membaca :D *hehehe
Selain tidak bisa menjadikannya seorang pacar aku pun memiliki sebuah permasalahan dengan sahabat sekaligus sepupunya bernama Tari. Dia tidak menyukaiku jika aku dekat dengan Endang. Entah mengapa Dia begitu membenciku, seakan-akan aku harus menjauh dari kehidupan Endang. Pada hal sahabat lainnya setuju-setuju saja jika aku dekat dengan Endang. Ya, mungkin karna aku sering dekat sama temen cewek lainnya sehingga Tari beranggapan bahwa aku adalah cowok Playboy. Hmmm,. Lo salah besar Tar kalo berfikir aku adalah cowok playboy.
Aku termasuk cowok yang setia, meski aku pernah selingkuh waktu SMP dulu. Tapi, itu dulu waktu masih belum kenal apa itu cinta. Ya,. bisa dibilang cinta monyetlah. Maklum waktu SMP aku termasuk cowok terpopuler karna kecerdasanku dan juga ketampananku. *hehehe kalau cerdasnya iya. kalau soal tampannya tanya aja sama temen yang kenal aku. *smile
Tapi aku tak pernah membenci Tari. Justru aku mau dia mengenalku lebih baik lagi. Bukan karna aku sering dekat sama cewek-cewek lalu dibilang playboy. Aku mau dia lebih mengenalku ke arah hal positif yang ada pada diriku. Saat perpisahan kakak kelas aku menjadi salah satu bagian dalam kegiatan persiapan perpisahan kakak kelas kami. Dan Taripun ikut ambil alih dalam acara tersebut. Mulai dari situlah Tari dan aku menjadi lebih akrab. Hmmm syukurlah... setelah kurang lebih 9 bulan Dia selalu menjelekkan aku dan membenci aku jika dekat sama Endang, pada akhirnya kamipun bisa berteman baik.
Kembali lagi ke Endang Relaningsih.
Waktu itu ada moment di mana di saat itu datang kegilaan kami berfoto-foto. Kami berpose bak seorang artis papan atas. *lebay
Pada saat itulah aku mendapat moment foto berdua dengan Endang Relaningsih. Yaa meski dianya agak terpaksa sih, habisnya dia paling susah diajak berfoto berdua denganku. Setelah karet ikat rambutnya aku lepas, rambutnya terurai dan dia terlihat begitu cantik di mataku. Kesehariannya dia selalu mengikat rambutnya dan tampil apa adanya. Dengan raut wajah agak cemberut gitu akhirnya jeprett dapat deh kenang-kenangan foto berdua dengan Endang Relaningsih. *hehehe
Dan foto kami berdua it masih tersimpan dengan aman, tentunya di laptop kesayanganku. hehehe
cuma foto inilah moment terindah bersamanya. Aku benar-benar merindukan kenangan itu dan berharap ada seseorang yang dapat menciptakan mesin waktu agar aku dapat kembali ke masa itu tepatnya masa SMA. Masa SMA, masa dimana semua kisah indah ini berawal dan sekarang telak menjadi kenangan.
Sedih ku rasakan harus menyadari bahwa kita harus tetap melangkah ke depan dan meninggalkan semua kenangan bersamanya.
sekian dulu kisah klasik putih abu-abu part 2.
kisah klasik putih abu-abu part 3 akan menceritakan bagai mana merayakan ulang tahun Endang Relaningsih yg ke 17. yaaa sweet seventeen. hehehe
Ini adalah kelanjutan cerita cinta saya part 2. Selamat membaca :D *hehehe
Selain tidak bisa menjadikannya seorang pacar aku pun memiliki sebuah permasalahan dengan sahabat sekaligus sepupunya bernama Tari. Dia tidak menyukaiku jika aku dekat dengan Endang. Entah mengapa Dia begitu membenciku, seakan-akan aku harus menjauh dari kehidupan Endang. Pada hal sahabat lainnya setuju-setuju saja jika aku dekat dengan Endang. Ya, mungkin karna aku sering dekat sama temen cewek lainnya sehingga Tari beranggapan bahwa aku adalah cowok Playboy. Hmmm,. Lo salah besar Tar kalo berfikir aku adalah cowok playboy.
Aku termasuk cowok yang setia, meski aku pernah selingkuh waktu SMP dulu. Tapi, itu dulu waktu masih belum kenal apa itu cinta. Ya,. bisa dibilang cinta monyetlah. Maklum waktu SMP aku termasuk cowok terpopuler karna kecerdasanku dan juga ketampananku. *hehehe kalau cerdasnya iya. kalau soal tampannya tanya aja sama temen yang kenal aku. *smile
Tapi aku tak pernah membenci Tari. Justru aku mau dia mengenalku lebih baik lagi. Bukan karna aku sering dekat sama cewek-cewek lalu dibilang playboy. Aku mau dia lebih mengenalku ke arah hal positif yang ada pada diriku. Saat perpisahan kakak kelas aku menjadi salah satu bagian dalam kegiatan persiapan perpisahan kakak kelas kami. Dan Taripun ikut ambil alih dalam acara tersebut. Mulai dari situlah Tari dan aku menjadi lebih akrab. Hmmm syukurlah... setelah kurang lebih 9 bulan Dia selalu menjelekkan aku dan membenci aku jika dekat sama Endang, pada akhirnya kamipun bisa berteman baik.
Kembali lagi ke Endang Relaningsih.
Waktu itu ada moment di mana di saat itu datang kegilaan kami berfoto-foto. Kami berpose bak seorang artis papan atas. *lebay
Pada saat itulah aku mendapat moment foto berdua dengan Endang Relaningsih. Yaa meski dianya agak terpaksa sih, habisnya dia paling susah diajak berfoto berdua denganku. Setelah karet ikat rambutnya aku lepas, rambutnya terurai dan dia terlihat begitu cantik di mataku. Kesehariannya dia selalu mengikat rambutnya dan tampil apa adanya. Dengan raut wajah agak cemberut gitu akhirnya jeprett dapat deh kenang-kenangan foto berdua dengan Endang Relaningsih. *hehehe
Dan foto kami berdua it masih tersimpan dengan aman, tentunya di laptop kesayanganku. hehehe
cuma foto inilah moment terindah bersamanya. Aku benar-benar merindukan kenangan itu dan berharap ada seseorang yang dapat menciptakan mesin waktu agar aku dapat kembali ke masa itu tepatnya masa SMA. Masa SMA, masa dimana semua kisah indah ini berawal dan sekarang telak menjadi kenangan.
Sedih ku rasakan harus menyadari bahwa kita harus tetap melangkah ke depan dan meninggalkan semua kenangan bersamanya.
sekian dulu kisah klasik putih abu-abu part 2.
kisah klasik putih abu-abu part 3 akan menceritakan bagai mana merayakan ulang tahun Endang Relaningsih yg ke 17. yaaa sweet seventeen. hehehe